Edisi Dolan : Gunung Padang #2

Lanjut…sebelumnya saya tambahin lagi.

Jadi koordinat dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi menuju Gunung Padang adalah :

Titik awal           :   S 6.87556° E 107.08469°

image

Gunung Padang :   S 6.99220° E 107.05587°   

image

Kalau mau pulang tinggal di balik rutenya 🙂

Nah kalau lewat rute ini nanti masbro bakal menyeberangi rel dekat Stasiun Lampegan yang terowongannya terkenal,ya nggk deket banget sih masih satu kilometeran dari perlintasan rel. Saya mau kesitu tapi nggak jadi,takut kesorean bro.

image

Setelah rel ini jalanan mulai menyempit plus di dominasi tanjakan berkelok-kelok bro,lumayan nyiksa kalau buat motor matic. Tetap waspada bro aspalnya sudah banyak yang berlubang,  Bunyiin klakson sebelum tikungan sangat di sarankan karena rata-rata bawa motornya kenceng di sini.

image

Saran aja kalau mau aman menikmati indahnya hamparan kebun teh mending berhenti aja,kemarin pas saya lewat banyak ABG pada foto-foto di kebun teh loh..yang mojok juga ada 😀

image

image

Nanti di tengah kebun teh masbro bakal nemu pertigaan,ada warungnya. Belok kiri aja ikutin petunjuk arah warna biru.
Saya tembusnya juga di sini bro.

image

image

Dari pertigaan ini masih lumayan jauh,ikutin jalan terus aja sampai nemu gapura ini.

image

Lewat sini nggk ada pungutan ya bro,kalau yang bawa mobil pribadi entah boleh naik terus atau tidak bisa tanya saaa petugas di sana. Kalau motor sih naik terus aja bro.

Di sebelah kiri gapura ada semacam parkiran mobil,kebanyakan mobil bak terbuka. Kemungkinan angkutan lokal karena beberapa kali berpapasan mobil bak terbuka ngangkutin rombongan orang (bahaya bro),rombongan kemudian jalan kaki…padahal masih jauh loh,mungkin biar pada ngojek ke atas yah 🙂

Ketika nyampai atas langsung nemu parkiran,saya kemudian di beri karcis dan di suruh bayar langsung. Kunci motor yang baik bro karena saat pulang kemarin nggk di periksa stnk nya di sini,ya buat jaga-jaga.

image

image

Buat yang mau istirahat minum-minum juga ada deretan warung di sini.

Lanjut beli tiket di sini bro..

image

Walaupun banyak yang main masuk gitu aja karena tanpa penjagaan di gerbang masuk,tapi sebagai wisatawan yang baik seharusnya sih tetap beli tiket masuk. Dengan membeli tiket maka ada pendapatan bagi pengelola untuk merawat dan mengembangkan obyek wisata itu sendiri kan.

image

Kalau Gunung Padang ini sepertinya di kelola oleh masyarakat sekitar kalau di liat dari tiketnya.

image

Setelah itu memasuki gerbang kita bakal di suguhi dua buah tangga di kiri dan kanan.

image

Kalau lewat kiri ini adalah tangga yang asli,terbuat dari batu yang di susun ke atas dan lebih cepat sampai. Kalau yang kanan dari semen cor,lebih jauh tapi landai. Jadi buat yang membawa anak-anak,lansia atau yang fisiknya lemah mending lewat tangga kanan.

Kenapa mendingan tangga kanan?

image

Soalnya tangga sebelah kiri ini curam bro kemiringannya hampir 80 derajat,baru beberapa langkah nafas udah kembang-kempis. Belom betis kayak di tempelin batu segede gunung,berat buat di langkah

image

Meski begitu mayoritas pengunjung pada lewat sini loh,dan sebagai kaum bunciters sejati saya setelah kepayahan naik lewat tangga batu pastinya turun lewat tangga cor…hehehe.

Nyampe atas langsung jatohin badan di rumput..wah capeknya minta ampun bro abis riding 5 jam langsung olahraga naik bukit,kaki sakit,plus banjir keringat!
*update : betis bengkak 2 hari,kayaknya saya terlalu maksain diri pas naik  😦

Setelah agak pulih tenaganya naik deh lewat tangga di samping,wiiiih di sambut hamparan batu lonjong yang agak berantakan. Kalau nggak salah sih batuan jenis columnar joint, jadi batu ini terbentuk lonjong secara alamiah bukan pahatan tangan..di tempat lain juga banyak di temukan kq batuan jenis ini.

image

image

image

Tetapi jelas sekali kalau tumpukan batuan ini ada campur tangan manusia,selain pondasi di buat berundak juga ada susunan batu berbentuk persegi panjang di atasnya. Susunan batu ini di batasi dengan batu yang di buat berdiri atau menhir.

image

image

image

Kalau mau jelasnya masbro bisa googling atau menyewa jasa guide lokal yang berbusana serba hitam di lokasi.
Tapi kalau menurut saya tempat ini adalah tempat ritual suatu aliran kepercayaan di masa lalu,suasananya cenderung seperti makam malahan.

image

Kalau di bilang situs ini menghadap ke gunung-gunung di dekatnya sih bro,bagus pemandangannya.

Saya cuman setengah jam di situ bro,rame banget soalnya kebetulan air juga udah abis..turun lewat tangga semen cor bro,posisi tangga di kiri situs.

image

Situs Gunung Padang tutup jam 5 sore ya bro.

Tips buat yang mau ke sini :

– Selalu perhatikan plang penunjuk warna biru,ikutin aja bro.
– Datang saat pagi atau siang,selain leluasa melihat pemandangan juga mengurangi resiko nyasar…FYI rute ke sini lewatin daerah yang siang aja serem apalagi kalau malem (jadi inget pas mudik lewat Limpung,Alas Roban).
– Pakai baju, sepatu atau sandal yang nyaman jangan pakai heels buat cewek,payung,sama air minum.
– Pemanasan kaki juga di sarankan kalau mau naik lewat tangga batu biar nggak kayak saya.
– Isi penuh tangki bahan bakar bro,nggak ada SPBU setelah jalan raya Cianjur-Sukabumi..paling bensin premium di jajakan oleh penduduk itupun jarang.

Demikianlah cerita dolan saya,semoga berguna… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s